Amanohashidate Sandbar – Objek Wisata Alam Tercantik Di Jepang

Amanohashidate Sandbar adalah sebuah gundukan pasir yang ditumbuhi pohon pinus yang membentang di mulut Teluk Miyazu di wilayah pantai utara Prefektur Kyoto. Amanohashidate berarti “jembatan menuju surga”, karena gundukan pasir ini tampak seperti jalan yang menghubungkan surga dan bumi jika dilihat dari gunung-gunung di kedua sisi teluk. Pemandangan ini dianggap sebagai salah satu dari tiga pemandangan terindah di Jepang, bersama dengan Miyajima dan Matsushima.

Amanohashidate-Sandbar-Objek-Wisata-Alam-Tercantik-Di-Jepang

Berbagai Aktivitas Yang Dapat di Lakukan Pengunjung Ketika Berada di Amanohashidate Sandbar

Untuk menikmati keindahan Amanohashidate Sandbar, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Beberapa aktivitas di Wisata Amanohashidate Sandbar adalah:

  1. Berjalan kaki atau bersepeda di sepanjang gundukan pasir yang memiliki panjang sekitar tiga kilometer dan lebar sekitar 20 meter. Kamu bisa menikmati suasana yang tenang dan sejuk di bawah pohon-pohon pinus yang berusia ratusan tahun. Beberapa pohon pinus memiliki bentuk yang unik dan diberi nama, seperti Meoto Matsu (Pinus Pasangan), Nakayoshi no Matsu (Pinus Persahabatan), dan Chie no Matsu (Pinus Kebijaksanaan). Kamu juga bisa melihat beberapa kuil, toko, toilet umum, dan tempat istirahat di sepanjang gundukan pasir.
  2. Menaiki kereta gantung atau kursi terbang menuju taman-taman yang berada di bukit-bukit di kedua sisi teluk. Di sana, kamu bisa melihat pemandangan Amanohashidate Sandbar dari ketinggian. Dari sisi selatan, gundukan pasir ini tampak seperti naga yang terbang ke surga. Dari sisi utara, gundukan pasir ini tampak seperti karakter kanji untuk “satu”. Ada tradisi kuno untuk melihat gundukan pasir ini dengan cara membungkuk dan melihatnya dari antara kaki. Cara ini disebut “matanozoki”, yang berarti “melihat dengan mata”.
  3. Menikmati pemandangan Amanohashidate Sandbar dari atas air dengan menaiki kapal-kapal wisata yang berlayar di sekitar teluk. Kamu bisa melihat pantai berpasir putih, air laut yang biru, dan pohon-pohon pinus yang hijau. Kamu juga bisa melihat peninggalan kapal-kapal VOC yang tenggelam di dasar laut. Kapal-kapal wisata ini berangkat dari dermaga di sebelah Kuil Chionji di ujung selatan gundukan pasir.

Beragam Pohon Pinus Yang Ada di Amanohashidate Sandbar

Amanohashidate Sandbar memiliki panjang sekitar tiga kilometer dan lebar sekitar 20 meter di titik terkecilnya. Di sepanjang gundukan pasir ini, terdapat sekitar 8.000 pohon pinus yang berusia ratusan tahun. Beberapa pohon pinus memiliki bentuk yang unik dan diberi nama, seperti:

Meoto Matsu (Pinus Pasangan)

Pohon ini adalah salah satu pohon pinus yang tumbuh di sepanjang Amanohashidate Sandbar, sebuah gundukan pasir yang membentang di mulut Teluk Miyazu di wilayah pantai utara Prefektur Kyoto. Meoto Matsu berarti “Pinus Pasangan”, karena pohon ini terdiri dari dua batang yang saling berdekatan dan tampak seperti sepasang suami istri. Pohon ini melambangkan cinta dan kesetiaan, dan sering dijadikan sebagai tempat berdoa bagi para pasangan yang ingin mendapatkan kebahagiaan dan keharmonisan.

Nakayoshi no Matsu (Pinus Persahabatan)

Phon ini merupakan salah satu dari banyak pohon pinus yang tumbuh di Amanohashidate Sandbar, sebuah tanjung pasir yang membentang di mulut Teluk Miyazu di Prefektur Kyoto bagian utara. Tanjung pasir ini dianggap sebagai salah satu dari tiga pemandangan terindah di Jepang, bersama dengan Miyajima dan Matsushima. Nakayoshi no Matsu memiliki bentuk yang unik dan diberi nama demikian karena tampak seperti dua orang yang saling berpelukan. Pohon ini menjadi salah satu simbol persahabatan dan keharmonisan di Amanohashidate. Anda dapat melihat pohon ini saat berjalan atau bersepeda di sepanjang tanjung pasir, atau dari taman-taman yang terletak di bukit-bukit di kedua sisi teluk.

Baca Juga : Gunung Sibayak Wisata yang Wajib Dikunjungi di Tanah Karo

Chie no Matsu (Pinus Kebijaksanaan)

Chie no Matsu (Wisdom Pine) adalah salah satu pohon pinus yang tumbuh di Amanohashidate Sandbar, sebuah tanjung pasir yang membentang di mulut Teluk Miyazu di Prefektur Kyoto bagian utara. Pohon ini diberi nama demikian karena terinspirasi oleh kisah Chie, seorang permaisuri Jepang yang hidup pada abad ke-17. Chie adalah istri dari Kaisar Go-Mizunoo, yang memerintah Jepang dari tahun 1611 hingga 1629. Tempat ini dikenal sebagai wanita yang cerdas, berpendidikan, dan berpengaruh di istana.

Chie juga memiliki hubungan dekat dengan Arikoto, seorang biksu yang dijadikan selir oleh kaisar. Arikoto adalah orang yang mengajarkan Chie tentang seni, sastra, dan agama. Chie, yang tidak dapat memiliki anak dengan Arikoto, meninggal pada usia 27 tahun setelah memiliki tiga anak dengan selir-selirnya, termasuk Gyokuei.

Setelah kematian Chie, Gyokuei ditahbiskan dan mengubah namanya menjadi Keisho-in, tetapi Arikoto tidak ditahbiskan dan tetap tinggal di Ooku sebagai Direktur Umum, sesuai dengan permintaan terakhir Chie. Chie no Matsu adalah simbol dari kebijaksanaan dan cinta yang dimiliki oleh Chie dan Arikoto. Anda dapat melihat pohon ini saat berjalan Travelgo atau bersepeda di sepanjang tanjung pasir, atau dari taman-taman yang terletak di bukit-bukit di kedua sisi teluk.

Akses Menuju Amanohashidate Sandbar

Tempat ini merupakan tempat terkenal sebagai salah satu dari tiga pemandangan terindah di Jepang, bersama dengan Matsushima di Prefektur Miyagi dan Miyajima di Prefektur Hiroshima. Berikut adalah beberapa cara untuk menuju dan menikmati Amanohashidate Sandbar:

1. Menuju ke Amanohashidate Sandbar Dari Kyoto

Dengan kereta. Ini adalah cara yang paling umum dan nyaman. Anda dapat naik Kereta Ekspres Terbatas Hashidate dari Stasiun Kyoto ke Stasiun Amanohashidate. Perjalanan memakan waktu sekitar dua setengah jam dan biayanya sekitar 5000 yen untuk kursi yang tidak dipesan sebelumnya. Anda dapat menggunakan Japan Rail Pass atau JR Kansai Wide Area Pass untuk menutupi biaya ini. Jembatan pasir berjarak 20 menit berjalan kaki dari stasiun.

Dengan bus. Ini adalah cara yang lebih murah tetapi kurang sering. Tankai Bus mengoperasikan tiga bus jalan tol per hari antara Stasiun Kyoto dan Amanohashidate. Perjalanan satu arah memakan waktu sekitar dua jam dan biayanya 2900 yen. Anda dapat memesan tiket secara online melalui Willer. Bus berhenti di dekat Kuil Chionji, yang terletak di ujung selatan jembatan pasir.

Dengan mobil. Ini adalah cara yang paling fleksibel tetapi juga paling mahal. Anda dapat menyewa mobil di Kyoto dan mengemudi ke Amanohashidate melalui Jalan Tol Maizuru-Wakasa. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam dan biayanya sekitar 6000 yen untuk tol dan bensin. Ada beberapa tempat parkir di sekitar jembatan pasir dengan biaya sekitar 500 yen per hari.

2. Menuju ke Amanohashidate Sandbar Dari Osaka

Dengan kereta. Ini adalah cara yang paling umum dan nyaman. Anda dapat naik Kereta Ekspres Terbatas Konotori dari Stasiun Osaka ke Stasiun Fukuchiyama (90 menit, 4170-4770 yen tergantung pada hari perjalanan, keberangkatan setiap jam) dan berganti ke Kereta Tango Kyoto ke Amanohashidate (40-60 menit, 800-1750 yen tergantung pada apakah Anda menggunakan kereta lokal atau ekspres terbatas). Perhatikan bahwa reservasi kursi adalah wajib pada kereta ekspres terbatas Konotori. Seluruh perjalanan ditutupi oleh JR Kansai Wide Area Pass, JR Kansai Hokuriku Area Pass dan JR Kansai Hiroshima Area Pass; namun Japan Rail Pass nasional tidak berlaku di Kereta Tango Kyoto antara Fukuchiyama dan Amanohashidate.

Dengan bus. Ini adalah cara yang lebih murah tetapi kurang sering. Tankai Bus dan Hankyu Bus mengoperasikan tiga bus jalan tol per hari antara Osaka (Stasiun Hankyu Umeda dan Shin-Osaka) dan Amanohashidate. Perjalanan satu arah memakan waktu sekitar 2,5 jam dan biayanya 2700 yen. Beberapa bus berhenti di Bandara Itami di sepanjang jalan (2450 yen). Anda dapat memesan tiket secara online melalui Willer.

Dengan mobil. Ini adalah cara yang paling fleksibel tetapi juga paling mahal. Anda dapat menyewa mobil di Osaka dan mengemudi ke Amanohashidate melalui Jalan Tol Maizuru-Wakasa. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam dan biayanya sekitar 6000 yen untuk tol dan bensin. Ada beberapa tempat parkir di sekitar jembatan pasir dengan biaya sekitar 500 yen per hari.

3. Menuju ke Amanohashidate Sandbar Dari Tokyo

Dengan kereta. Ini adalah cara yang paling cepat dan nyaman, tetapi juga paling mahal. Anda dapat menggunakan kereta api JR Tokaido Shinkansen dari Stasiun Tokyo atau Stasiun Shinagawa ke Stasiun Kyoto. Ada tiga jenis shinkansen yang ditawarkan: Nozomi, Hikari, dan Kodama. Nozomi adalah yang tercepat, tetapi tidak ditutupi oleh Japan Rail Pass. Hikari dan Kodama lebih lambat, tetapi ditutupi oleh Japan Rail Pass. Perjalanan dari Tokyo ke Kyoto memakan waktu sekitar 2,5 jam dengan Nozomi, 3 jam dengan Hikari, dan 4 jam dengan Kodama.

Biaya tiket berkisar antara 13.000 yen hingga 14.000 yen untuk kursi yang tidak dipesan sebelumnya, dan sedikit lebih mahal untuk kursi yang dipesan sebelumnya atau kelas eksekutif. Dari Stasiun Kyoto, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan kereta Limited Express Hashidate ke Stasiun Amanohashidate. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 2,5 jam dan biayanya sekitar 5.000 yen untuk kursi yang tidak dipesan sebelumnya. Anda dapat menggunakan Japan Rail Pass atau JR Kansai Wide Area Pass untuk menutupi biaya ini. Jembatan pasir berjarak 20 menit berjalan kaki dari stasiun.

Dengan pesawat. Ini adalah cara yang paling praktis jika Anda ingin menghemat waktu dan uang. Anda dapat terbang dari Bandara Haneda di Tokyo ke Bandara Osaka Itami dengan maskapai penerbangan domestik seperti ANA, JAL, atau Skymark. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam dan biaya tiket bervariasi tergantung pada waktu pemesanan dan keberangkatan, tetapi biasanya berkisar antara 6.000 yen hingga 20.000 yen. Anda dapat mencari tiket termurah dengan menggunakan situs web seperti Skyscanner. Dari Bandara Osaka Itami, Anda dapat naik bus jalan tol Tankai Bus atau Hankyu Bus ke Amanohashidate. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 2,5 jam dan biayanya 2.450 yen. Beberapa bus berhenti di dekat Kuil Chionji, yang terletak di ujung selatan jembatan pasir abkhaziya.net.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *