Lawang Sewu, Menyingkap Misteri Gedung Seribu Pintu yang Berhantu
Lawang Sewu di Semarang memikat pengunjung dengan arsitektur kolonial indah, kaya sejarah, sekaligus menyimpan misteri dan cerita menyeramkan.

Bangunan ini dikenal sebagai “Gedung Seribu Pintu” ini tidak hanya memukau pengunjung dengan arsitektur kolonialnya yang menawan, tetapi juga menjadi pusat cerita mistis yang membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi.
Sejarah Dibangunnya Lawang Sewu
Lawang Sewu dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda sekitar tahun 1904 dengan arsitek utama Prof. J. Klinkhamer dan B.J. Ouendag. Gedung ini awalnya berfungsi sebagai kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api pertama di Hindia Belanda.
Pembangunan utama rampung pada tahun 1907, dan kemudian diperluas hingga 1919. Nama “Lawang Sewu” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “pintu seribu”, meskipun total pintunya sebenarnya hanya sekitar 342, tetapi jendela-jendela besar yang ada seringkali membuat orang menganggapnya sebagai pintu.
Pada masa pendudukan Jepang, Lawang Sewu digunakan sebagai penjara dan markas tentara, di mana terjadi penyiksaan dan eksekusi tahanan. Gedung ini kemudian menjadi saksi penting peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang yang merupakan bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kini, Lawang Sewu menjadi aset Kereta Api Indonesia sekaligus objek wisata yang sering dikunjungi oleh turis dan warga lokal.
Informasi Gembira bagi pecinta bola, Ayo nonton live streaming pertandingan bola khusunya timnas garuda, Segera download!
Misteri dan Cerita Seram Lawang Sewu
Lawang Sewu dikenal luas dengan cerita-cerita mistisnya yang membuatnya dikenal sebagai gedung berhantu. Konon, seperti yang sering diceritakan, bangunan ini menyimpan arwah-arwah korban penyiksaan zaman pendudukan Jepang yang masih bergentayangan. Beberapa pengunjung bahkan mengaku merasakan aura mistis di beberapa sudut gedung, seperti bau anyir darah dan penampakan sosok misterius.
Selain itu, berbagai rekaman dan kisah uji nyali yang pernah dilakukan di sana semakin memperkuat reputasi Lawang Sewu sebagai tempat paling angker.
Ada kejadian-kejadian aneh yang dialami oleh beberapa pengunjung, termasuk penampakan bayangan dan suara-suara misterius. Lawang Sewu bahkan pernah dinobatkan oleh Google Earth sebagai salah satu tempat wisata paling angker di dunia pada acara Halloween 2017.
Baca Juga: Menemukan Keindahan Bruges Old Town, Kota Kanal Belgia
Arsitektur dan Keunikan Lawang Sewu

Tak hanya terkenal karena cerita mistis, Lawang Sewu juga menawarkan keindahan arsitektural khas kolonial Belanda. Gedung ini memiliki banyak pintu dan jendela besar yang memungkinkan sirkulasi udara yang baik, sesuai dengan iklim tropis Indonesia. Desain lengkung dan tata letak bangunan yang menyerupai huruf L memberikan kesan megah dan artistik.
Lawang Sewu terdiri dari beberapa bagian bangunan, masing-masing dirancang oleh arsitek berbeda, termasuk Thomas Karsten yang menambah perluasan gedung. Konsep bangunan yang dilengkapi dengan terowongan dan lorong-lorong bawah tanah juga berkontribusi pada kesan misterius dan menambah nilai historisnya. Keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin belajar sejarah sekaligus merasakan sensasi berbeda saat berkunjung.
Lawang Sewu Sebagai Destinasi Wisata Mistis
Sebagai destinasi wisata, Lawang Sewu tidak hanya menarik bagi penggemar sejarah, tapi juga para pencari pengalaman mistis. Banyak tur wisata dan acara uji nyali yang sering diadakan di sini untuk menelusuri lorong-lorong yang dianggap angker. Pengunjung juga dapat menikmati keindahan arsitektur serta mempelajari sejarah gedung ini melalui museum kecil yang ada di dalamnya.
Lawang Sewu menjadi simbol perjuangan dan saksi bisu perjalanan bangsa Indonesia, sekaligus tempat yang menawarkan sensasi wisata yang berbeda dengan cerita-cerita penuh misteri.
Wisatawan disarankan untuk datang siang hari agar bisa menikmati keindahan gedung dengan nyaman, namun bagi yang penasaran dengan sisi mistisnya, malam hari menjadi waktu yang menantang untuk mengeksplorasi lebih jauh.
Kesimpulan
Lawang Sewu adalah perpaduan sempurna antara nilai sejarah yang kaya dan aura mistis yang memikat. Gedung seribu pintu ini bukan hanya saksi bisu perjuangan bangsa, melainkan juga panggung bagi cerita-cerita gaib yang tak pernah habis untuk diperbincangkan.
Mengunjungi Lawang Sewu berarti merasakan perjalanan waktu dari masa kolonial hingga kemerdekaan, sambil meresapi keunikan dan misteri yang menghuni setiap sudutnya. Bagi yang berjiwa petualang dan penyuka sejarah, Lawang Sewu adalah destinasi wajib yang penuh dengan cerita dan pengalaman tak terlupakan.
Simak dan ikuti terus informasi yang lebih menarik dan perkembangan tentang wisata-wisata yang ada di dunia hanya di TRAVEL’GO.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari ksmtour.com
- Gambar Kedua dari indonesiakaya.com
