Kenapa Kuil Jokhang Dianggap Paling Suci Di Tibet? Ini Jawabannya!
Temukan alasan Kuil Jokhang di Tibet dianggap paling suci, dari sejarah, spiritualitas hingga tradisi ziarah umat Buddha dunia.
Di tengah kota Lhasa, berdiri Kuil Jokhang yang dianggap sebagai tempat paling suci di Tibet. Banyak peziarah datang setiap hari untuk beribadah dan mencari ketenangan spiritual. Tapi apa sebenarnya yang membuat kuil ini begitu istimewa? Berikut penjelasannya di TRAVEL’GO.
Sejarah Berdirinya Kuil Jokhang
Kuil Jokhang dibangun pada abad ke-7 oleh Raja Songtsen Gampo sebagai bagian dari penyebaran agama Buddha di Tibet. Kuil ini menjadi simbol awal masuknya ajaran Buddha yang kemudian berkembang pesat di wilayah Himalaya. Sejak awal berdiri, tempat ini sudah dianggap suci oleh masyarakat lokal.
Pembangunan kuil ini tidak lepas dari peran dua istri raja, yaitu Putri Nepal dan Putri Tiongkok. Keduanya membawa patung Buddha suci sebagai bagian dari mahar pernikahan. Patung tersebut kemudian ditempatkan di kuil dan menjadi pusat pemujaan utama hingga sekarang.
Seiring waktu, Kuil Jokhang berkembang menjadi pusat spiritual utama di Tibet. Banyak biksu dan umat Buddha datang untuk belajar, bermeditasi, dan memperdalam ajaran agama. Hal ini menjadikan kuil ini sebagai titik awal perkembangan Buddhisme Tibet.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Nilai Spiritual Yang Sangat Tinggi
Kuil Jokhang dianggap sebagai “jantung spiritual” oleh umat Buddha Tibet. Banyak yang percaya bahwa berdoa di tempat ini memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibanding tempat lain. Karena itu, kuil ini tidak pernah sepi dari peziarah.
Di dalam kuil terdapat patung suci Buddha Jowo Shakyamuni yang sangat dihormati. Patung ini diyakini sebagai representasi asli Buddha yang paling mendekati bentuk aslinya. Hal ini membuat banyak orang datang dari jauh hanya untuk melihat dan berdoa di depannya.
Setiap hari, umat Buddha melakukan ritual kora, yaitu berjalan mengelilingi kuil sambil berdoa. Tradisi ini dilakukan dengan penuh ketulusan sebagai bentuk penghormatan dan pencarian pencerahan spiritual.
Baca Juga: Kenapa Tak Ada Yang Boleh Mendaki Mount Kailash? Ini Rahasia Gelapnya!
Keunikan Arsitektur Kuil Jokhang
Arsitektur Kuil Jokhang merupakan perpaduan gaya Tibet, Nepal, dan Tiongkok. Kombinasi ini menciptakan bangunan yang unik dan berbeda dari kuil Buddha lainnya di dunia. Atap emasnya menjadi salah satu daya tarik utama yang sangat ikonik.
Di dalam kuil, terdapat lorong-lorong sempit, ruangan gelap, serta ukiran-ukiran detail yang menggambarkan ajaran Buddha. Setiap elemen bangunan memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan perjalanan spiritual manusia menuju pencerahan.
Meskipun sudah berusia lebih dari seribu tahun, kuil ini tetap berdiri kokoh. Hal ini menunjukkan keahlian arsitektur kuno Tibet yang sangat kuat serta komitmen masyarakat dalam menjaga warisan budaya mereka.
Pusat Ziarah Umat Buddha Dunia
Kuil Jokhang menjadi tujuan utama para peziarah dari berbagai penjuru dunia. Banyak dari mereka rela melakukan perjalanan panjang, bahkan berjalan kaki selama berbulan-bulan demi mencapai tempat suci ini.
Sesampainya di Lhasa, para peziarah sering melakukan sujud penuh (full prostration) sebagai bentuk penghormatan tertinggi. Ritual ini dilakukan sepanjang perjalanan menuju kuil sebagai bentuk pengabdian spiritual yang mendalam.
Bagi umat Buddha, perjalanan ke Kuil Jokhang bukan hanya wisata, tetapi juga perjalanan batin. Mereka percaya bahwa kunjungan ke tempat ini dapat membersihkan karma dan mendekatkan diri pada pencerahan.
Warisan Dunia Yang Dilindungi
Kuil Jokhang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini menegaskan bahwa kuil ini memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang sangat penting bagi dunia.
Status tersebut membuat kuil ini mendapat perlindungan ketat agar tidak rusak oleh modernisasi. Pemerintah dan masyarakat bekerja sama menjaga keaslian bangunan, tradisi, serta ritual yang masih berlangsung hingga sekarang.
Hingga saat ini, Kuil Jokhang tetap menjadi simbol identitas budaya Tibet. Keberadaannya tidak hanya penting bagi umat Buddha, tetapi juga bagi dunia sebagai warisan sejarah yang tak ternilai.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari mytrip.co.id
- Gambar Kedua dari peregrinetreks.com
