Masjid Saka Tunggal, Jejak Wisata Religi Bersejarah di Banyumas

Bagikan

Masjid Saka Tunggal di Banyumas menyimpan jejak sejarah Islam, nilai spiritual, dan daya tarik wisata religi yang masih lestari hingga kini.

Masjid Saka Tunggal di Banyumas

Wisata religi merupakan perjalanan yang tidak hanya menawarkan keindahan fisik, tetapi juga pengalaman spiritual dan historis. Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terdapat destinasi wisata religi bernilai sejarah, yaitu Masjid Saka Tunggal. Masjid ini dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia dan masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah serta tujuan ziarah.

Berikut ini TRAVEL’GO memperkenalkan Masjid Saka Tunggal di Banyumas, destinasi wisata religi penuh sejarah dan nilai spiritual.

tebak skor hadiah pulsa  

Sejarah Berdirinya Masjid Saka Tunggal

Masjid Saka Tunggal diperkirakan didirikan pada abad ke-13 oleh Mbah Muhammad atau yang dikenal sebagai Syekh Mufasir. Tokoh ini dipercaya sebagai penyebar awal agama Islam di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Keberadaan masjid ini menjadi bukti awal masuknya Islam di daerah Jawa bagian tengah.

Nama “Saka Tunggal” berasal dari ciri utama bangunan masjid yang hanya memiliki satu tiang penyangga utama. Tiang tersebut melambangkan keesaan Tuhan dalam ajaran Islam. Filosofi ini menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga sarana pendidikan nilai-nilai keislaman.

Seiring berjalannya waktu, Masjid Saka Tunggal mengalami beberapa pemugaran. Namun, keaslian bentuk bangunan dan nilai sejarahnya tetap dijaga. Hal ini menjadikan masjid sebagai situs cagar budaya yang dilindungi dan dihormati oleh masyarakat setempat.

Informasi Gembira bagi pecinta bola, Ayo nonton live streaming pertandingan bola khusunya timnas garuda, Segera download!

shotsgoal apk  

Tradisi Keagamaan Dan Aktivitas Wisata Religi

Masjid Saka Tunggal masih aktif digunakan untuk kegiatan keagamaan hingga saat ini. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah shalat Jumat dengan jadwal khusus, yaitu satu kali dalam setahun pada bulan Rajab menurut penanggalan Islam.

Tradisi tersebut menarik perhatian peziarah dari berbagai daerah. Mereka datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk mengenal lebih dekat sejarah Islam di Banyumas. Suasana religius dan khidmat sangat terasa saat kegiatan berlangsung.

Selain shalat, pengunjung juga sering melakukan ziarah ke makam Syekh Mufasir yang berada di sekitar kompleks masjid. Aktivitas wisata religi ini menjadi sarana refleksi spiritual sekaligus pembelajaran sejarah bagi generasi muda.

Baca Juga: Menyusuri Misteri Gua Ngerong Tuban: Wisata Mistis Yang Memikat

Keunikan Arsitektur Dan Filosofi Bangunan

 Keunikan Arsitektur Dan Filosofi Bangunan

Keunikan utama Masjid Saka Tunggal terletak pada satu tiang penyangga di tengah bangunan. Tiang ini memiliki empat sayap atau “papat kiblat” yang melambangkan empat arah mata angin sekaligus empat unsur kehidupan manusia.

Atap masjid berbentuk tajug bertumpang khas arsitektur Jawa kuno. Material bangunan sebagian besar berasal dari kayu dan batu alam, mencerminkan kesederhanaan serta kearifan lokal. Desain ini menunjukkan perpaduan harmonis antara budaya Jawa dan nilai Islam.

Selain itu, masjid tidak menggunakan kubah seperti masjid modern pada umumnya. Hal ini justru memperkuat identitas Masjid Saka Tunggal sebagai masjid tradisional yang memiliki karakter arsitektur unik dan bernilai sejarah tinggi.

Masjid Saka Tunggal Sebagai Destinasi Edukatif

Masjid Saka Tunggal memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukatif. Pengunjung dapat mempelajari sejarah penyebaran Islam, filosofi arsitektur, serta tradisi keagamaan yang masih bertahan hingga kini.

Banyak sekolah dan komunitas budaya yang menjadikan masjid ini sebagai lokasi kunjungan edukasi. Melalui kunjungan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya toleransi, nilai spiritual, dan pelestarian warisan budaya.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Masjid Saka Tunggal diharapkan tetap menjadi simbol sejarah, pusat spiritual, sekaligus destinasi wisata religi unggulan di Banyumas yang mampu memperkaya wawasan dan pengalaman pengunjung.

Simak dan ikuti terus informasi yang lebih menarik dan perkembangan tentang wisata-wisata yang ada di dunia hanya di TRAVEL’GO.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari id.wikipedia.org
  2. Gambar Kedua dari tirto.id

Similar Posts